KOTAMOBAGU – Di atas lahan seluas satu hektar di Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, pembangunan kampus baru Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) terus berjalan sejak peletakan batu pertama dilakukan pada 6 Agustus 2024 oleh Penjabat Wali Kota Kotamobagu.
Kampus ini dirancang untuk menaungi delapan program studi, di antaranya Hukum Bisnis, Manajemen, Kehutanan, Lingkungan, dan Pertanian, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Di tengah proses pembangunan tersebut, PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) menyalurkan bantuan material bangunan berupa 800 sak semen kepada UDK, Jumat (31/01). Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Superintenden CSR PT JRBM, Riska Ariyanti, kepada Rektor UDK, Dr. Muharto, didampingi sejumlah pejabat teras kampus, dosen, serta mahasiswa.
Rektor UDK, Dr. Muharto, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PT JRBM. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu proses pembangunan fasilitas kampus yang nantinya akan menunjang aktivitas akademik.
“Bantuan ini merupakan wujud sinergi yang baik antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Kami berharap kerja sama dan hubungan baik ini dapat terus terjalin ke depannya,” ujarnya.

Mahasiswa UDK, Rahmatillah Aditya, mengaku ikut merasakan semangat dari proses pembangunan kampus baru tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan PT JRBM menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa.
“Kami sebagai mahasiswa tentu sangat senang melihat kampus ini terus dibangun. Bantuan seperti ini membuat kami merasa bahwa pendidikan di daerah kami benar-benar mendapat perhatian. Harapannya, nanti kami bisa belajar di tempat yang lebih layak dan nyaman,” ujar Rahmatillah.
General Manager External Relation and Security PT JRBM, Andreas Saragih, mengatakan bahwa perusahaan melihat pembangunan kampus UDK sebagai kebutuhan nyata masyarakat BMR terhadap akses pendidikan yang lebih baik.
“Kami melihat semangat masyarakat di sini terhadap pendidikan. Karena itu, ketika UDK membangun kampus baru, kami merasa perlu ikut membantu sesuai kemampuan yang ada. Harapannya, fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mahasiswa dan menjadi tempat belajar yang semakin layak bagi generasi muda BMR,” kata Andreas.
Pembangunan kampus UDK di Poyowa Besar Satu mendapat dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kehadiran kampus baru ini diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih representatif bagi mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.***








