RADARTOTABUAN, BOLSEL-Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menggelar asesmen bagi 94 kepala sekolah jenjang SD dan SMP di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, Selasa (3/02/26).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan tata kelola pendidikan guna memastikan penugasan pemimpin sekolah didasarkan pada standar profesionalisme dan regulasi, bukan hasil kompromi politik.
Mewakili Bupati Iskandar Kamaru, Sekretaris Daerah Bolsel, M. Arvan Ohy, menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan instrumen objektif untuk menilai kualitas kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan. Ia menekankan bahwa jabatan kepala sekolah memiliki beban moral yang besar terhadap masa depan generasi daerah.

“Kepala sekolah harus dipilih dan dievaluasi berdasarkan kompetensi, bukan kompromi. Jabatan pendidikan bukan ruang coba-coba, melainkan amanah profesional yang menentukan arah masa depan sekolah,” ujar Arvan saat membuka kegiatan secara resmi.
Menurut Arvan, hasil dari asesmen ini akan menjadi penilaian objektif bagi para pemangku jabatan.
“Hasil asesmen ini akan menjadi dasar untuk menilai apakah kompetensi kepala sekolah meningkat atau justru menurun, serta menjadi syarat awal kelayakan dalam mengemban amanah jabatan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa sekolah yang sehat harus tertata secara internal dan dipimpin dengan integritas tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolsel, Rante Hattani, menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan amanat regulasi nasional. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan manajerial kepala sekolah untuk memberikan umpan balik bagi pengembangan kepemimpinan di masa depan.

“Asesmen bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kepala sekolah, memberikan umpan balik untuk pengembangan kepemimpinan, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan satuan pendidikan,” kata Rante dalam laporan kegiatannya.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Februari 2026 ini, diikuti oleh 73 kepala sekolah SD dan 21 kepala sekolah SMP. Seluruh pembiayaan agenda strategis ini bersumber dari Dana BOSP dan DPA Disdikbud Kabupaten Bolsel Tahun Anggaran 2026.

Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala BPMP Sulut Febry Dien, serta jajaran pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolsel.(Adv)


