Hutan muda hasil reklamasi PT. J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) Blok Lanut, kini bukan sekadar penanda pemulihan lingkungan, namun membuka peluang baru pertumbuhan ekonomi warga sekitar, tanpa harus membuka lagi luka tanah.

Tak terasa sudah hampir 12 tahun, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) Blok Lanut, melakukan aktivitas pertambangan di lahan dengan luas total konsesi 182,15 Ha.
Sejak 2020, PT. JRBM tidak lagi melakukan produksi melainkan memulai fase pascatambang, untuk mengembalikan fungsi ekologis bekas lahan tambang ke kondisi layak.
Hamparan tanah yang pernah tercabik kini mulai pulih, menjadi habitat asal bagi satwa yang sempat menghilang terusik aktivitas pertambangan.
Proses reklamasi bukan sekadar memulihkan ekosistem, namun menghidupkan harapan baru. Mengubah kawasan bekas tambang menjadi ruang hijau yang bernilai.
Kini di area reklamasi ratusan batang pohon klengkeng tumbuh berjejer, dan kelak memberi manfaat bagi ekonomi kepada warga.
“Paling lama lima tahun sudah berbuah, tapi metode perawatan yang kita lakukan tentu fase berbuah lebih cepat dari biasanya,” jelas Tenaga Ahli Reklamasi, Idi Bantara, sembari menjelaskan proses penanaman menggunakan media kompos blok, Senin 19 Januari 2026.
Menurut Idi, klengkeng bukan sekadar tanaman buah, namun peluang yang menjanjikan, apalagi permintaan pasar yang relatif stabil membuat klengkeng diyakini sebagai komoditas yang dicari.
“Buah klengkeng banyak banyak permintaan, bahkan kebutuhan eksport saja tidak bisa tercukupi. Dan ini adalah peluang kedepan,” terang pria Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia meyakini, melalui perawatan yang dilakukan secara konsisten, tanaman klengkeng yang kini tumbuh akan menghasilkan buah unggul.
“Biasanya buah klengkeng kecil-kecil, tapi jika dirawat maka buahnya besar-besar. Klengkeng tanaman “manja” sehingga harus dirawat,” kata pria perawakan mungil dan bersahaja ini.
Selain klengkeng, alpukat turut menjadi pilihan tanaman yang dikembangkan di area reklamasi. Kehadirannya menambah ragam komoditas bernilai ekonomi bagi warga.








