RADARTOTABUAN, BOLSEL– Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Iskandar Kamaru, memaparkan strategi penguatan ekosistem pangan halal dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara di Kota Manado, Senin (23/02/26).
Dalam forum yang dihadiri Gubernur Yulius Selvanus tersebut, Iskandar menegaskan komitmen daerahnya untuk mempercepat target Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 melalui penguatan tenaga Juru Sembelih Halal (Juleha) dan infrastruktur pendukung lainnya.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Bolsel, perguruan tinggi, dan Bank Indonesia. Fokus utamanya adalah mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi dan halal melalui Program Makan Bergizi Gratis.
“Program KDEKS ini bukan hanya tentang penguatan ekonomi syariah, tetapi juga upaya nyata pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan pangan yang aman, sehat, dan halal bagi masyarakat. Kami ingin ekosistem halal di Bolaang Mongondow Selatan tumbuh kuat dari hulu hingga hilir, sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah,” ujar Iskandar .
Meski telah memiliki infrastruktur pendukung berupa empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan 20 Rumah Pemotongan Unggas (RPU), Iskandar mengakui adanya kendala pada sisi sumber daya manusia. Saat ini, Bolsel baru memiliki empat orang tenaga Juleha yang tersertifikasi.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Pemkab Bolsel berencana memperluas jangkauan sertifikasi dengan menggandeng Kementerian Agama.
“Tantangan keterbatasan tenaga Juleha menjadi perhatian serius kami. Karena itu, Pemda Bolsel berkomitmen memperluas sertifikasi melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dan mitra strategis, agar kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal semakin meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Iskandar juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank SulutGo terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta MoU dukungan program Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) untuk sertifikasi halal RPU di Bolsel.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan di daerah tersebut. Ia mencatat adanya kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bolsel dari angka 69 menjadi 70,3 persen.
“Capaian ini menunjukkan progres yang patut kita syukuri dan terus kita dorong. Daerah-aerah yang masih membutuhkan percepatan, seperti Bolsel, akan menjadi prioritas dalam penguatan program-program Pemprov Sulut,” kata Yulius.
Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Victor Mailangkay dan jajaran tim TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, serta KDEKS Kabupaten Bolsel yang mendampingi bupati selama jalannya forum.


