Bupati Iskandar turut menyoroti pentingnya optimalisasi infrastruktur dan pemanfaatan energi untuk mendukung produktivitas daerah. Ia memberikan instruksi keras kepada jajaran perangkat daerah agar forum ini tidak sekadar menjadi penggugur kewajiban administratif.
“Saya menegaskan kepada seluruh perangkat daerah agar hasil konsultasi publik ini benar-benar dijadikan bahan penyempurnaan dokumen RKPD. Jangan sampai forum ini hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan rumusan kebijakan dan program yang berkualitas, terarah, dan dapat dilaksanakan secara efektif,” tegasnya.
Iskandar berharap masukan dari jajaran para stackholder dapat menghasilkan dokumen yang inklusif dan realistis demi kesejahteraan masyarakat.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Bolsel Ridwan Olii, Sekda M. Arvan Ohy, serta jajaran pimpinan Perangkat Daerah. Sementara itu, unsur Forkopimda dan para camat mengikuti jalannya konsultasi secara daring. (Inf)


