Suara serangga grengpung di balik pohon muda, sahut kicauan burung bak orkestrasi pagi di kawasan pascatambang PT JRBM Blok Lanut, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Matahari pagi perlahan menanjak, menyinari kawasan reklamasi pertambangan Blok Lanut dengan cahaya hangat.
Lingkungan yang mulai asri menyambut kami (Sejumlah awak media) bersama jajaran pimpinan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), yang baru saat tiba, Senin, 19 Januari 2026.
Kawasan dahulunya ramai aktivitas tambang kini menyuguhkan suasana lain, menunjukan lanskap yang mulai pulih.
Debu bercampur polusi dari emisi mobil pengangkut material dan aktivitas alat berat bekerja non stop, berganti udara segar khas pegunungan.
Ribuan batang pohon muda berbaris nan menjulang, menghasilkan oksigen, memberi harapan kepada satwa yang lama hilang kembali pulang.
Di balik raniting pohon burung-burung berkicau bersahutan, diselingi nyaring suara grengpung memenuhi ruang udara tanpa jedah.
Sejumlah satwa endemik mulai menempati habitat alaminya. Rumah yang sempat lama ditinggalkan kini disinggahi, setelah bertahun-tahun terusik oleh aktivitas pertambangan.

Kontras ini bukti dari janji pemilik konsesi pertambangan, yang perlahan namun pasti mengembalikan ekosistem alam yang sempat tercabik.
“Di sini jenis satwa liar mulai terlihat, seperti hewan endemik Sulawesi yakni Monyet Hitam Sulawesi (Macaca Nigra), Tarsius Spectrum, Ular Piton dan berbagai jenis burung seperti Tion Lampu Sulawesi (Coracias temmincii), Kekep Sulawesi (Artamusmonachus), Bubut Alan-alang (Centropus Bengalensis), Kus-kus Beruang (Ailurops Ursinus) dan masih banyak jenis satwa lainya,” urai Yuzri Gunawan, EHS PT. JRBM Blok Lanut, sembari menjelaskan awal proses penanaman pohon sebelumnya gersang kini menjadi hutan muda.

Untuk mengetahui kembalinya satwa ke habitat asal, PT. JRBM melakukan patroli dan memasang kamera berteknologi tinggi di area reklamasi.
“Selain patroli memantau satwa, kita juga memasang camera trap berteknologi tinggi untuk merekam jelajah satwa di area reklamasi,” kata Yuzri.








