Reklamasi Tambang PT. JRBM Blok Lanut Kembali Hidupkan Flora dan Fauna Asli

Hutan muda hasil reklamasi Blok Lanut menjadi habitat berbagai hewan endemik Sulawesi. (F: Humas PT.JRBM)

Beberapa jenis pohon dahulunya pernah memenuhi hamparan, kini kembali ditanam oleh pihak kontraktor suplay yang menangani lansung reklamasi area Blok Lanut.

“Jenis pohon kayu yang dulunya ada di sini, kita tanam kembali, seperti beringin, agatis, palaquim amboinensis nyatoh, rotan (Callamus), pinus dan masih banyak lagi. Dengan jarak tanam tiga meter kali tiga meter,” jelas Yuzri.

Bacaan Lainnya
Pesona flora di area reklamasi tambang Blok Lanut. (F: Humas PT. JRBM)

Selain jenis pepohonan keras, tenaga teknis reklamasi juga menanan berbagai jenis tanaman buah-buahan, guna mengundang satwa liar datang.

“Ada alpukat, klengkeng, pisang. Jika semua sudah berbuah maka mengundang satwa-satwa datang,” kata Yuzri, sembari menunjukan hamparan tanaman klengkeng, kepada sejumlah awak media.

Melalui penerapan teknologi tanam dan pola pemupukan terkontrol, hamparan tanaman di area reklamasi lebih cepat berkembang dari perkiraan.

“Kita gunakan blok sebagai media tanam. Ini terbuat dari kompos murni yang dipadatkan. Teknologi tanam ini membuat unsur hara yang dibutuhkan tanaman bisa bertahan lama,” jelas Idi Batara, yang merupakan salah satu tenaga ahli reklamasi Blok Lanut.

Penggunaan media tanam Kompos Blok sangat efektif mempercepat perkembangan tanaman pohon. (F: Humas PT. JRBM)

Guna mendukung perbaikan ekologi tanah, pihak pelaksana reklamasi menggunakan tanaman rambat agar lebih cepat memperbaiki struktur tanah yang rusak.

“Untuk sistem legume cover crop atau tanaman penutup tanah, kita gunakan tanaman jenis calopogonium mucunoides yakni tanaman jenis kacang-kacangan. Funsinya, menyerap nitrogen lalu mengubahnya menjadi nutrisi bagi. Dan juga mempercepat pemulihan ekosistem tanah,” urai pria yang juga kini tengah mengembangkan tanaman buah Alvokad.

Perawatan secara konsisten membuat pertumbuhan pohon-pohon berkembang pesat, menandai keberhasilan proses pemulihan lahan yang sebelumnya mengalami tekanan lingkungan.

“Rutin melakukan pemupukan, pupuk kompos yang kita gunakan ini didatangkan langsung dari pulau Jawa, sebab di sini belum ada yang bisa mencukupi stok. Saat ini tanaman berkembang pesat, beberapa bulan pasca tanam sudah terlihat pertumbuhannya,” terang jelas Idi.

Selain area dataran, tebing curam bekas galian juga tidak luput dari proses reklamasi guna mengembalikan ekosistem secara menyeluruh.

“Kita melakukan penanaman bibit pohon harus menggunakan pengaman untuk mendaki tebing. Proses tanamnya, bibit pohon kita gantung melekat ke tebing, lalu memantau perkembangan pohon,”  tutur pria alumni Fakultas Kehutanan UGM ini.

Reklamasi di Blok Lanut tak berhenti pada deretan janji di atas kertas. Di kawasan yang pernah tercabik aktivitas tambang kini berjalan sebagai keniscayaan, mengembalikan fungsi alam, memperbaiki luka lama, dan membuka harapan bagi kehidupan yang sempat terpinggirkan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *