“Kita harus fokus pada penanganan stunting yang paling efektif, yaitu melalui pemberian asupan gizi optimal pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ini adalah masa Golden Age. Saya meminta mitra dan Satgas untuk memprioritaskan pendataan balita dan ibu hamil sebelum berkoordinasi dengan pihak sekolah,” tegasnya.
Sony Sanjaya menjelaskan bahwa di Sulawesi Utara, program MBG berpotensi dikembangkan hingga 180 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didukung oleh 7.819 relawan.
Program ini diproyeksikan menyasar 403.467 penerima manfaat dengan dukungan rantai pasok dari ratusan pemasok lokal. Untuk memastikan akuntabilitas, BGN menyediakan akses data melalui Sistem Manajemen Operasional (SMO) yang dapat dipantau secara real-time oleh mitra dan satuan tugas.
Selain pemenuhan gizi, program ini dirancang dengan prinsip berkelanjutan melalui pengelolaan limbah makanan menjadi pakan ternak, budidaya maggot, atau pupuk organik cair. Di setiap unit pelayanan juga diwajibkan adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Inf

