Pemkab Bolsel Rampungkan Persiapan SPPG Baru di Pinolosian untuk Perluas Makan Bergizi Gratis

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Satgas MBG turut menegaskan agar pengelolaan dapur gizi mengedepankan kualitas nutrisi anak ketimbang orientasi komersial semata.

Deddy menginstruksikan Koordinator Wilayah (Korwil) dan Kepala SPPG agar menjalin komunikasi intensif dengan ahli gizi serta tenaga Puskesmas setempat dalam penyusunan menu harian.

“Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi harus memperhatikan gizi makanan yang disalurkan. Kita ingin program ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas gizi putra-putri kita ke depan,” tegas Deddy.

Terkait pasokan bahan baku, Deddy menguraikan bahwa setiap SPPG membutuhkan sekitar 15 supplier untuk menjamin kontinuitas penyediaan komoditas pangan.

Hal ini disebabkan sebagian bahan baku belum diproduksi secara penuh di tingkat lokal Bolsel. Oleh karena itu, sinergi antara penyedia bahan pangan, pengelola SPPG, dan dinas teknis menjadi krusial.

“Ini bisa berjalan dengan baik apabila semua pihak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Kalau ada mitra yang hanya mengejar keuntungan dan tidak memperhatikan kualitas serta ketentuan program, segera laporkan,” pungkas Wakil Bupati.

Rapat evaluasi tersebut diikuti oleh Korwil SPPG, Kepala SPPG, para mitra yayasan, serta jajaran Satgas MBG Kabupaten Bolsel yang terdiri atas Asisten II, Asisten III, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bagian Hukum Setda Bolsel. Inf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *