RVM dan Babak Baru Gerindra Kotamobagu

Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, menyerahkan SK Plt DPC Gerindra Kotamobagu kepada Rendy Virgiawan Mangkat

RADARTABUAN.COM, KOTAMOBAGU – Kamis, 1 Oktober 2026, Kantor DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara di Jalan Sario, Manado, menjadi titik awal sebuah babak baru politik Gerindra di Kota Kotamobagu.

Di ruangan itu, Surat Keputusan (SK) berpindah tangan. Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, menyerahkan mandat kepada Rendy Virgiawan Mangkat (RVM)
sebagai Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Kotamobagu.

Bacaan Lainnya

Secara administratif, acara itu sederhana: penyerahan surat keputusan. Tapi dalam politik partai, selembar SK hampir selalu membawa makna yang lebih panjang daripada isi kertasnya.

Rendy yang juga kini Wakil Walikota Kotamobagu, memegang kendali sementara atas struktur Gerindra di Kotamobagu.

Dirinya tidak hanya dituntut menjaga roda organisasi tetap bergerak, tetapi juga memastikan mesin politik partai kembali rapat, terkoordinasi, dan siap menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

Penyerahan mandat itu disaksikan sejumlah pengurus DPD Gerindra Sulut. Di antaranya Sekretaris Harvani Boki dan Bendahara Mona Kloer.

Kehadiran jajaran pengurus itu menegaskan bahwa pergantian atau penunjukan pimpinan di tingkat cabang bukan semata urusan internal sebuah daerah.

Ada kepentingan organisasi yang lebih besar di belakangnya.

Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyebut penunjukan Rendy sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.

Gerindra, kata dia, perlu memperkuat struktur sekaligus mesin politiknya di Kotamobagu.

“Penyerahan SK Plt ini adalah amanah untuk memperkuat barisan dan menyatukan energi partai di Kotamobagu,” ujar YSK.

Kalimat itu terdengar seperti bahasa organisasi. Namun dalam politik, istilah seperti “memperkuat barisan”, “menyatukan energi”, dan “merapatkan barisan” memiliki arti yang lebih luas.

Dia menegaskan disiplin internal, pengaruh, sekaligus kesiapan menghadapi pertarungan politik yang tidak pernah benar-benar berhenti.

YSK meminta Rendy bergerak cepat. Gerindra, menurut dia, harus semakin besar dan hadir dengan solusi nyata bagi masyarakat.

Di titik inilah pekerjaan Rendy bermula. Ia menerima mandat tersebut dengan bahasa yang juga khas seorang kader partai: amanah, tanggung jawab, konsolidasi, soliditas.

“Ini merupakan amanah dan kepercayaan yang tentu akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Rendy.

Ia menyatakan akan segera melakukan konsolidasi dan memperkuat soliditas kader Gerindra di Kotamobagu.

Baginya, pekerjaan pertama bukan sekadar mengisi posisi ketua, melainkan memastikan seluruh unsur partai kembali berada dalam satu garis gerak.

Sebab organisasi politik tidak pernah hanya hidup dari jabatan. Ia bertumpu pada jaringan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *