Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren, Upaya Kejari Kotamobagu Berikan Penyuluhan Hukum Pada Santri

BOLMONG, RADARTOTABUAN.COM-  Kejaksaan Negeri Kotamobagu menggelar penyuluhan hukum dalam program Jaksa Masuk Pesantren di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Senin, 26 Oktober 2026.

Kegiatan penyuluhan hukum digelar di Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Tadoy, Kecamatan Bolaang Timur, dihadiri langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Tasjrifin Muljana Abdul Halim, S.H., M.H beserta jajaran Kasi dan Kasubsi serta staf Intelijen dan diikuti puluhan santri.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren dikemas dalam tema “Kesadaran Hukum di Lingkungan Pesantren” mengenalkan bahwa dalam kehidupan ini ada aturannya, segala sesuatu ada aturan hukumnya.

Kejari Kotamobagu Tasjrifin Muljana Abdul Halim, S.H., M.H menjelaskan, program Jaksa Masuk Pesantren itu bertujuan mencegah terjadinya tindak pidana dengan cara mengenalkan dan melakukan pembinaan hukum sejak dini khususnya di pondok-pondok pesantren.

“Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren ini dirasa cukup penting agar nantinya para santri/santriwati sedikit banyak tahu tentang hukum serta ikut serta dalam penegakan hukum khususnya di Kabupaten Bolmong,” kata Tasjrifin.

Dimana Santri diberikan pemahaman tentang berbagai bentuk cyberbullying, seperti pertengkaran di media sosial, penyebaran informasi pribadi tanpa izin, hingga penguntitan di dunia maya yang bisa membuat korban mengalami tekanan mental.

Selain itu, kejaksaan juga mengingatkan bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks yang kini semakin mudah tersebar melalui media sosial.

Tasjrifin Muljana Abdul Halim, juga mengatakan para santri harus lebih teliti sebelum membagikan informasi di internet. Sehingga diharapkan para santri tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga menjadi generasi yang sadar hukum dan bijak menggunakan media sosial.

“Bahwa para ade ade Santri harus paham dengan penegakan hukum, sanksi dan aturan berdasarkan undang-undang,” katanya.

Dari pantauan media kami, kegiatan Jaksa Masuk Pesantren tersebut dilaksanakan dengan menggunakan metode dialog interaktif yang disampaikan oleh dan Kasubsi II Intelijen, Pray Getsema SH dan Bapak Nadhif Abdiel Widatha SH MH yang diikuti cukup antusias oleh para santri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *