RADARTOTABUAN, BOLSEL— Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Pemkab Bolsel) memperketat pengawasan wilayah menyusul terdeteksinya 11 titik panas (hotspot) di daerah tersebut pada periode pemantauan satelit Juli–Agustus 2026.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta risiko kekeringan yang diproyeksikan melonjak pada puncak musim panas Agustus hingga September.
Keputusan penguatan mitigasi tersebut ditegaskan saat Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Karhutla Provinsi Sulawesi Utara di Kantor Gubernur Sulut, Manado, Rabu (26/8/2026).
Dalam forum yang dipimpin Gubernur Yulius Selvanus itu, Pemkab Bolsel mengutus Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Alsyafri U. Kadullah, guna menyelaraskan kebijakan penanggulangan karhutla lintas daerah.

