Tiga Ormas Mitra Pemerintah Bolsel Dilantik, Bupati dan Kejati Minta Segera Rambah Desa

RADARTOTABUAN, BOLSEL—Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Pemkab Bolsel) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) sekaligus di Lapangan Futsal Kompleks Perkantoran Panango, pada Selasa (20/10/26).

Ketiga ormas yang menjadi mitra strategis pemerintah daerah tersebut adalah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Srikandi Jaga Desa, dan Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas).

Pengukuhan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid yang ditunjuk memimpin ABPEDNAS, Selvian Kamaru Manoppo sebagai Ketua Srikandi Jaga Desa, dan Harmin Manoppo sebagai Ketua Aslinmas.

Pemkab Bolsel juga mendorong para pengurus baru segera memperkuat struktur hingga ke level kecamatan dan desa di seluruh wilayah Bolsel.

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi pascalantikan. Ia mengungkapkan bahwa mayoritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya telah mendukung keberadaan wadah ini.

“Di sini 90 persen ASN sudah masuk dalam keanggotaan. Kepada pengurus ABPEDNAS yang baru dilantik, saya minta segera membentuk keanggotaan di tingkat kecamatan,” ujar Iskandar saat sambutan.

Iskandar mempertegas bahwa kemitraan ketiga ormas tersebut tidak hanya terbatas pada pemerintah daerah, melainkan juga menjangkau Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi dalam mengawal pembangunan daerah.

Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) yang hadir dalam pelantikan tersebut juga ikut menekankan agar pengukuhan ini membawa dampak konkret dan tidak berhenti pada formalitas belaka.

“Pelantikan ini merupakan awal untuk memperluas keanggotaan dan bekerja memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Srikandi Jaga Desa merupakan wadah pemberdayaan masyarakat dan pembangunan, sedangkan Aslinmas sebagai wadah untuk menjaga dan mendukung kerja masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara ormas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Pemda menjadi kunci utama agar kehadiran organisasi dirasakan langsung oleh publik.

“Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi bagaimana kita mengabdi kepada masyarakat dan memperkuat koordinasi dengan BPD dan Pemda, agar organisasi tumbuh menjadi organisasi yang aktif dan dipercaya oleh masyarakat. Mari kita jadikan momentum ini untuk mengabdi kepada masyarakat,” tutupnya.Inf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *