Sukses Regenerasi Petani Kakao Bolmong, JRBM Diganjar Penghargaan oleh ESDM

Presiden Direktur JRBM, Anang Rizkani Noor, menerima peghargaan dari ESDM, Selasa 3 November 2026. (Foto:Humas/JRBM)

JAKARTA – PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) meraih Apresiasi Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 2026. Apresiasi yang merupakan ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir ini diraih JRBM pada Bidang Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan, Kategori Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Regenerasi Petani Kakao.

Apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diberikan setelah melalui proses penilaian terhadap kinerja JRBM dalam memberikan pelatihan budidaya kakao kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, pada periode 2024–2025.

Bacaan Lainnya

Ketekunan para siswa dalam menerima dan menerapkan ilmu budidaya kakao mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. “Pelatihan pembibitan kakao di sekolah merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yaitu pembentukan kelompok dan pembuatan pupuk organik sebagai bagian dari penerapan pertanian berkelanjutan,” ujar Riska Ariyanti, Superintendent CSR JRBM, yang telah mendampingi masyarakat selama hampir tiga tahun terakhir.

Kepala SMKN 1 Lolayan, Abdul Rifai Manggo, menyampaikan apresiasinya kepada JRBM atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk memperoleh keterampilan di bidang budidaya kakao.

“Kami berterima kasih kepada JRBM yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anak-anak kami.
Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh tidak hanya bermanfaat selama berada di sekolah, tetapi juga menjadi bekal setelah lulus, baik untuk mengembangkan usaha sendiri maupun membantu usaha pertanian keluarga,” ujar Abdul Rifai.

Menurut Andreas Saragih, General Manager External Relations and Security JRBM, program regenerasi petani kakao ini dikembangkan setelah melihat masih rendahnya persentase generasi muda yang tertarik menekuni pertanian kakao.

“Namun, setelah program ini diperkenalkan, para alumni sudah mampu melakukan pembibitan dan memperoleh pendapatan dari keterampilan tersebut, selain tentunya membantu orang tua mereka yang juga berprofesi sebagai petani,” lanjut Andreas.

Program pengembangan pertanian kakao JRBM yang telah dilaksanakan sejak 2019 hingga kini telah membina 290 petani dengan total luas lahan pertanian sekitar 100 hektare milik petani sendiri.

“Tahapan penting selanjutnya dari program ini adalah memastikan kemandirian petani binaan agar usaha pertanian kakao mereka dapat terus berkembang,” ujar Presiden Direktur JRBM, Anang Rizkani Noor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *