BOLSEL — Tidak banyak yang menyangka seorang sopir dapat berkembang hingga menjadi supervisor di fasilitas pengolahan emas.
Namun bagi Senif, sapaan akrab Senipli Bangki, warga Desa Dumagin B, perjalanan itu terjadi melalui proses panjang dan kesempatan yang ia manfaatkan dengan baik.
Lulusan SMK Cokroaminoto Kotamobagu ini pernah bekerja sebagai sopir angkutan umum dan sopir pribadi. Sebelum bergabung dengan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), ia bekerja sebagai driver light vehicle (LV) di PT Manado Tehnik Mandiri, lalu dipercaya menjadi operator compactor.
Tahun 2013 menjadi titik balik. Senif mengikuti training di processing plant JRBM dan mulai mempelajari dunia pengolahan emas. Sekitar lima bulan kemudian, ia dipercaya menjadi operator elution column.
“Bangga sekali waktu pertama kali pakai seragam itu,” kenangnya.
Kariernya terus berkembang. Dari operator, ia menjadi foreman, hingga dipercaya mengemban posisi Supervisor Gold Room. Setiap jenjang memberinya pengalaman baru dalam memahami proses pengolahan dan mengembangkan kemampuan.
“Kalau kita bekerja dengan baik, pimpinan pasti melihat,” ujarnya.

Melewati Masa Sulit
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Saat pandemi Covid-19 pada 2020, Senif harus bekerja beberapa minggu lebih lama dari jadwal yang seharusnya di Site Bakan, sementara istrinya, Muliani Dilapanga, sedang mempersiapkan kelahiran anak kedua mereka.
Ketika mendapat kesempatan cuti, ia akhirnya dapat pulang dan mendampingi keluarga. Momen itu menjadi salah satu pengalaman paling membahagiakan baginya.
Pada 2022, Senif juga harus kehilangan sahabatnya di departemen, Hans Sugianto Jafar. Pengalaman tersebut mengingatkannya bahwa dunia kerja bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga hubungan, persahabatan dan kenangan.
Dari Pengalaman Menjadi Gagasan
Pengalaman di lapangan mendorong Senif dan tim melakukan sejumlah perbaikan operasional, seperti modifikasi line back wash, penggunaan HDPE sebagai penyangga katoda, serta pengurangan penggunaan flux.
Baginya, perbaikan dapat dimulai dari hal sederhana: memperhatikan pekerjaan, menemukan persoalan dan mencari cara yang lebih baik.

Pengakuan Rekan Kerja
Seorang rekan yang nyaris tak pernah cemberut apalagi marah. Begitu karakter Senif digambarkan Musli Paputungan, Foreman Gold Room Process Plant Operations JRBM. “Pak senif orangnya baik, ramah, jarang marah, dan selalu menggunakan bahasa yang sopan,” ungkap Musli.
Demikian pula saat bekerja. Di antara pekerja, Senif merupakan salah satu yang paling menjunjung tinggi profesionalitas. “Iya, dia sangat kompeten dalam bekerja, dan selalu jaga batas professional,” tambahnya.
Demikian juga dengan Asyaruddin Dai, senior supervisor Senif di departemennya. Menurutnya, Senif menunjukkan kinerja dan dedikasi yang sangat baik.
Tidak hanya itu, Senif aktif melakukan improvement untuk mempermudah pekerjaan operator saat washing dan smelting, serta mampu membimbing tim bekerja dengan aman, mengutamakan keselamatan, dan berkoordinasi dengan baik bersama departemen lain.

Tidak Harus Pergi Jauh untuk Berhasil
Senif membangun karier tidak jauh dari tanah kelahirannya. Di Dumagin B, ia juga membangun keluarga bersama Muliani dan kedua anak mereka.
“Betah bekerja karena di kampung sendiri, dekat dengan keluarga. Lingkungan kerja juga menyenangkan,” katanya.
Ia berharap kisahnya dapat memotivasi anak-anak muda Bolsel.
“Jangan malas. Jaga komunikasi, jaga integritas dan tunjukkan potensi yang kita punya,” pesannya.

Kini, Senif bersyukur atas pencapaiannya.
“Alhamdulillah bisa di posisi sekarang. Tidak pernah terpikir sebelumnya, apalagi dengan bekal ijazah SMK,” ucapnya.
Di luar pekerjaan, ia menikmati hobi memancing dan berharap Bolsel semakin maju serta mampu mengoptimalkan potensi alamnya.
Dari seorang sopir hingga menjadi supervisor, Senif membuktikan bahwa kesempatan, kemauan belajar dan ketekunan dapat membuka jalan menuju masa depan, tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran.***







