Di Tengah Lumpur dan Sisa Banjir, Bantuan PT SMA Hadir untuk Warga Solimandungan

Penyerahan bantuan dari PT SMA disakiskan langsung Sekda Bolmong, Abdullah Mokoginta. (Foto:WDP)

BOLMONG — Aroma lumpur masih terasa pekat di sejumlah rumah warga Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (4/6/2026). Di beberapa sudut desa, perabot rumah tangga masih dijemur, sementara warga perlahan berusaha bangkit setelah banjir bandang menerjang kawasan itu beberapa hari lalu.

Di tengah suasana tersebut, bantuan kemanusiaan kembali berdatangan. Kali ini dari PT Samudera Mulia Abadi (SMA), perusahaan mitra kerja PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) di wilayah Site Bakan, yang turun langsung membawa berbagai kebutuhan mendasar bagi warga terdampak.

Bacaan Lainnya

Dipimpin Bagian External Relation PT SMA, Yuda Podomi, bersama Koordinator ERT PT SMA Ailen Suoth dan sejumlah staf perusahaan, bantuan diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Abdullah Mokoginta, di lokasi terdampak Desa Solimandungan.

Bantuan yang dibawa berupa peralatan masak seperti kompor gas, susu, bahan makanan/beras, perlengkapan bayi/popok, pakaian hingga sejumlah kebutuhan rumah tangga lain yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat pascabanjir.

Kedatangan rombongan PT SMA disambut hangat warga. Sebab, sejak banjir bandang menerjang pada 27 Mei lalu, banyak keluarga kehilangan perlengkapan dapur dan kebutuhan harian akibat terendam lumpur bercampur material kayu yang terbawa arus Sungai Botuk.

Data BPBD Bolmong mencatat, bencana banjir dan banjir bandang tersebut berdampak di empat desa di Kecamatan Bolaang, yakni Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan. Sedikitnya 134 rumah terdampak dengan total 181 kepala keluarga atau 601 jiwa merasakan dampak bencana tersebut.

Meski banjir telah surut, warga hingga kini masih berjibaku membersihkan rumah dari lumpur tebal dan sisa material banjir. Kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, perlengkapan dapur, alat kebersihan, hingga perlengkapan bayi menjadi kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.

Yuda mengatakan, kehadiran PT SMA merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *